Selasa, 04 Maret 2014

Arti Warna Aura pada Manusia

 ARTI SERTA MAKNA WARNA AURA

Diri Anda, teman Anda, hewan, tumbuhan, dan semua benda hidup memancarkan aura. Lalu apa arti serta makna warna aura? Ada 12 warna aura beserta artinya sbb:
 
MERAH
Jika seseorang pancaran auranya berwarna merah berarti ia dipenuhi sifat kuasa dan ego untuk mencapai kesuksesan.Warna merah ini sering tertahan dimasa kecil, dimana dari lingkungan keluarganya dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan cita-cita keluarga, sehingga tampak keruh dan berantakan.Setelah beranjak dewasa dan mampu hidup mandiri, auranya akan meluas dan ia akan mampu melakukan apa yang seharusnya ia lakukan.
Orang yang mempunyai warna latar aura merah, sifatnya suka memrintah, bertanggung jawab dan mempunyai sifat pemimpin. Mempunyai sifat kasih sayang dan sikap hangat kepada sesama. Merah juga menAndakan sifat berani.Sifat negative dari warna merah adalah penggugup.

JINGGA (Pink)
Seseorang yang pancaran auranya berwarna jingga, maka ia mempunyai sifat kepedulian.Mempunyai sifat alami kemampuan intuitif, bijaksana dan mudah bergaul. Warna jingga mempunyai sifat sebagai juru damai, timbang rasa, praktis. Sifat negatif warna jingga adalah, malas, tidak mampu dan tidak peduli.

KUNING
Seseorang yang pancaranya auranya berwarna kuning, mempunyai sifat yang antusias dan mengasyikan. Berpikir dengan cepat dan menghibur orang lain. Senang berkumpul, menikmati percakapan yang panjang. Senang belajar tapi sifatnya hanya coba-coba sehingga pengetahuanya hanya sebatas kulitnya saja. Warna kuning juga suka dengan gagasan dan berekspresi. Sifat negative dari warna kuning adalah malu-malu dan suka berdusta.

HIJAU
ika seseorang pancaran auranya berwarna hijau, maka ia mempunyai sifat sejuk dan damai dan ia juga berbakat untuk menjadi seorang penyembuh alami. Sikapnya kooperatif, dapat dipercaya, dan murah hati. Sifat hijau menyukai tantangan, bekerja tanpa kenal lelah, mudah dimintai tolong. Sifat negatifnya bersifat kaku dalam memAndang setiap persoalan.

BIRU
Seseorang yang pancaran auranya berwarna biru, orang tersebut secara alami mempunyai sifat positf dan antusias. Warna biru biasanya berhati muda, tulus, jujur dan jika bertindak sesuai dengan pikirannya. Mempunyai kebebasan, tidak suka dibatasi atau dilarang. Menyukai perjalanan, menyaksikan tempat baru dan bertemu dengan orang-orang baru, bisa menutupi perasaan dan bisa menyimpan rahasia. Sifat negatifnya kesulitan menyelesaikan tugas.

NILA
Sifatnya hangat, menyembuhkan dan mengasuh. Senang memecahkan maslah, senang menolong. Sifat negatifnya ketidakmampuan mengatakan “tidak” sehingga sering dimanfaatkan orang lain.

UNGU
Seseorang yang pancaran auranya berwarna ungu, maka ia menyukai kegiatan-kegiatan spiritual dan metafisika. Sifat negatifnya merasa unggul dari yang lain.

PERAK
Mempunyai gagasan-gagasan besar, namun sebagian diantaranya tidak praktis. Sering tidak mempunyai motivasi.

EMAS
Mempunyai kemampuan menangani proyek-proyek dan mempunyai tanggung jawab dalam skala besar. Mempunyai sifat kharismatik, pekerja keras, sabar. Mencapai kesuksesan pada usia lanjut.

MERAH JAMBU
Mempunyai sifat yang tegas, keras kepala, cita-citanya tinggi dan mempunyai perencanaan. Secara alami mereka mereka adalah orang-orang sederhana, tidak berlagak, senang menjalankan hidup dengan tenang.

PUTIH
Sifatnya tidak menonjolkan diri, sederhana, sangat manusiawi laksana orang-orang suci. Tidak mempunyai sifat ego, lebih tertarik pada kesejahteraan orang lain.Intuitif, bijaksana, idealis dan cinta damai.

HITAM
Bila seseorang pancaran auranya berwarna hitam, bisa diartikan orang tersebut diselubungi oleh kemisterian, karena orang ini sifatnya kadang terbuka dan kadang tertutup. Warna hitam bisa diartikan mempunyaisifat yang tidak baik, culas artinya mempunyai maksud jelek terhadap oaring lain yang ditemuinya. Jika warna hitam berkombinasi dengan warna merah, orang tersebut mempunyai sifat yang tidak baik dan jahat.

TIPS MENGETAHUI AURA ANDA

Dengan kemajuan teknologi aura dapat di foto sehingga tampak aura yang di miliki seseorang, sayangnya tidak semua orang bisa menikmati teknologi ini. Ada cara sederhana yang bisa Anda coba. Lakukan dengan perasaan, sehingga Andatidak merasa melakukan tindakan yang konyil. Dengan sering melakukan percobaan ini, Anda akan lebih mampu untuk melihat warna dari aura, kususnya aura pada diri Anda sendiri. Mulailah dengan menetahui warna pada diri Anda sendiri, lalu cocokkan hasil yang Anda dapat dengan sifat Anda sendiri. Setelah Anda mengetahiu warna aura diri Anda dan sesuai dengan sifat Anda, Anda bisa melakukan pada orang lain.
 
1. Melihat Aura Dengan Jari Tangan
Carilah tembok yang berwarna putih, lalu duduklah dengan tenang pada jarak 1/2 meter dari tembok. Ambil nafas sebanyak mungkin dan tahan selama mungkin. Lakukan sebanyak 5 kali. Gosoklah kedua telapak tangan hingga terasa hangat. Tempelkanlah masing-masing jari tangan kanan dan kiri saling berpasangan. Letakkanlah kedua tangan yang masih berpasangan tadi 30 cm didepan mata dengan latar belakang tembok berwarna putih. Renggangkanlah perlahan-lahan kedua telapak tangan saling menjauh. Perhatikanlah, antara kedua ujung jari tadi akan mengeluarkan garis cahaya putih. Itulah aura yang memancar dari ujung jari kita.

2. Melihat Aura Dengan Telapak Tangan
Tariklah nafas dan gosokkanlah kedua telapak tangan seperti pada cara No. 1. Tempelkanlah salah satu telapak tangan pada tembok yang berwarna putih. Tariklah nafas, tahan dan hembuskanlah. Lepaskan telapak tangan dari tembok. Amatilah bekas telapak tangan yang tertinggal ditembok. Itulah aura yang memancar dari telapak tangan dan lama kelamaan akan larut dalam aura alam.

3. Melihat Aura Diri Sendiri
Letakkanlah cermin besar dihadapan kita. Duduklah dengan tenang. Usahakanlah latar belakang tembok berwarna putih dan penerangan berupa lampu neon. Tariklah nafas sebanyak mungkin dan tahanlah selama mungkin. Ulangilah sebanyak 5 kali. Tataplah bayangan diri kita yang ada dicermin. PAndangan mata diusahakan tidak melihat tubuh maupun bayangan tubuh, namun lihatlah batas tepian kepala dengan latar belakang tembok. Setelah pAndangan mata kita terfokus, maka perlahan-lahan dari kepala dan bahu akan keluar cahaya aura kita. Sinar yang pertama kali terlihat, biasanya berwarna putih. Putih ini biasanya bukan merupakan warna aura kita yang sesungguhnya, melainkan dari warna aura yang sesungguhnya. Tataplah terus sampai kita melihat warna lain yang tidak berubah. Setelah berhasil, mulailah untuk melihat aura orang lain.

4. Melihat Aura Orang Lain

Mintalah bantuan seseorang yang akan menjadi objek untuk berdiri didepan tembok yang berwarna putih. Usahakanlah penerangan didalam ruangan dibuat remang-remang atau redup. Berdirilah lebih kurang 3 meter didepan objek. Fokuskanlah pAndangan mata pada bagian tepi kepala dan bahu objek. Perlahan-lahan akan keluar sinar aura dari tepi kepala objek. Fokuskanlah pandangan pada seluruh tepian tubuh objek, maka seluruh tubuh objek akan memancarkan warna aura
.

My Lovely Church 0=)

Sejarah GBI Getsemani Kediri.




  • Berawal dari Pos PI Dandangan
GBI Getsemani bermula dari masa perintisan yang dimulai pada tahun 1962 oleh beberapa utusan Injil diantaranya dr. Owen, dr. King, Miss Wendy, Miss Mile. Dalam pelayanan pemberitaan Injil tersebut ada beberapa orang yang dimenangkan dan sampai sekarang setia untuk berbakti dan melayani di Gereja ini. 
Bermula dari persekutuan GBI Sahabat Pos PI Dandangan dan dari waktu ke waktu semakin nampak hasilnya dan terbentuklah kebaktian GBI Sahabat Pos PI Dandangan yang dulu tempat ibadahnya di belakang gereja yang sekarang ini. Gedung gereja saat oti belum bangunan yang permanent melainkan terbuat dari rumah yang berdinding bambu.
Adapun gembala sidang sepenuh waktu yang pertama kali melayani di GBI Sahabat Pos PI Dandangan adalah Pdt. Ernest Bacil Sukirman, mahasiswa Seminari Theologia Baptis Indonesia (STBI) Semarang. Pelayanan tersebut dilakukan disetiap akhir minggu mulai hari jumat sore sampai minggu dan hari senin kembali ke Semarang untuk belajar di STBI lagi. Gereja semakin berkembang dan bertumbuh dengan bertambahnya jiwa-jiwa baru dan aktivitas kegiatan gereja semakin padat. 

  • Membangun gedung gereja
Seluruh anggota jemaat mempunyai tekad yang bulat memprogramkan untuk membangun tempat ibadah yang sederhana dengan modal apa adanya. Pelaksanaan pembangunan tersebut dibimbing langsung oleh Pdt. Ernest Bacil Sukirman sebagai Gembala Sidang dan beberapa misi Baptis yang menggabungkan diri di gereja ini serta melibatkan seluruh anggota jemaat yang ada. Dalam kebersamaan tersebut maka berdirilah sebuah gedung gereja yang megah dan dapat menampung umat yang banyak dan tempat tersebut diberi nama GBI Sahabat, Pos PI Dandangan.
Adapun lamanya tugas pelayanan Pdt. E. B. Sukirman di GBI Getsemani dari tahun 1962-1966. Harmonisasi anggota jemaat dalam persekutuan, kesemangatan anggota jemaat untuk memberitakan Injil dan terwujudnya pelayanan diakonia bagi anggota jemaat maupun orang-orang yang berada disekitar gereja sebagai penopang perkembangan GBI Sahabat Pos PI Dandangan. 

  • Ganti Nama Menjadi GBI Getsemani

Perkembangan gereja yang begitu pesat mendorong seluruh anggota jemaat rindu untuk mandiri dan akhirnya ada kesepakatan untuk mengorganisasikan diri pada tanggal 23 Mei 1965 dengan nama GBI Getsemani. Pada awal tahun 1966 Pdt. E. B. Sukirman sebagai gembala sidang telah menerima panggilan pelayanan di tempat lain yaitu menjadi dosen di STBI Semarang dan digantikan oleh Pdt. Yakub Lou sebagai gembala siding GBI Getsemani dari tahun 1967-1971. Dalam waktu empat tahun itu gereja terus berkembang dan semakin bertambah banyak jiwa-jiwa baru yang dipersembahkan kepada Kristus dan gereja semakin mantap. 
Pada tahun 1972-1979, Tuhan mengirim Pdt. David Sumarto untuk menjadi gembala sidang yang baru menggantikan Pdt. Yakub yang mendapat panggilan pelayanan ditempat lain. Dalam kurun waktu tujuh tahun, gereja semakin berkembang dan bertambah jiwa baru serta banyak mengkader pemimpin-pemimpin awam yang dipersiapkan untuk kut ambil bagian dalam pelayanan Pos PI yang tersebar dimana. Di saat gereja mulai bertumbuh dan berkembang dengan pesatnya, Pdt. David Sumarto dipilih menjadi Sekjend BPP GGBI dan akhirnya Pdt David Sumarto harus meninggalkan GBI Getsemani dan harus pindah ke Jakarta dan diganti oleh Pdt. Sarbini Ajar Barata yang melayani dalam periode waktu 1979-1990.
Selama 13 tahun pelayanan Pdt. Sarbini Ajar Barata banyak mempersiapkan calon hamba-hamba Tuhan dan banyak mempersiapkan pemimpin-pemimpin yang handal dan bertanggung jawab dalam pelayanan. Kedewasaan dan perkembangan serta pertumbuhan gereja tetap terjadi seperti pada masa-masa pelayanan hamba Tuhan sebelumnya. Namun perpisahan kembali tak dapat terelakkan lagi ketika Pdt Sarbini terpilih menjadi team PI Nasional. 

  • Pdt. Timotius Kabul jadi pendeta defenitif

Selama 2 tahun kekosongan, gereja dilayani oleh Panitia Mimbar. Adapun upaya yang dilakukan oleh seluruh anggota gereja adalah memohon rekomendasi nama hamba-hamba Tuhan dari gembala sidang yang baru pindah dan menghubungi seksi kependetaan BPD GGBI Kediri, dan akhir kata Pdt. Timotius Kabul yang melayani di GBI Bangunharjo diundang untuk memimpin pekan keluarga.
Sesudah jemaat berdoa dan merasa diyakinkan maka GBI Getsemani mengundang Pdt. Timotius Kabul pada tanggal 18 Juni 1991 dengan nomor 49/GBIG/VI/91 dan memperoleh jawaban tertanggal 12 Agustus 1991 dengan nomor 012/TK/VIII/91, dengan ketentuan kepindahan Pdt. Timotius Kabul beserta istri dan anaknya ke GBI Getsemani Jl. Hasanudin 12 Kediri pada tanggal 13 Januari 1992. Dengan dikirimnya Pdt. Timotius untuk melayani di GBI Getsemani sampai sekarang ini dapat dirasakan bahwa pelayanan Pdt. Timotius tidak jauh berbeda dengan gembala siding pendahulunya. Adapun pola kepemimpinan beliau yang low profile membawa dampak perkembangan GBI Getsemani dibidang rohani dan materi.

  • Cabang gereja
Adapun GBI Getsemani dalam perkembangan pertumbuhan telah menghasilkan beberapa pelayanan yang telah berdiri secara mandiri sebagai berikut: GBI Baitlahim Nganjuk cabang berbek dan Wilujeng Bagor; GBI Terang Dunia Trenggalek; GBI Ngudimulyo Trenggalek; GBI Genezaret Ngronggo; GBI Katang; Cabang Bangsongan, Perning, Batu dan ngawi; BPW Secang, Sambiroto, wates dan Kertosono; TPW Pagu, Ngoro, Kecik Ngawi serta perintisan daerah baru seperti: Purwodadi, Gebyok, keduanya di kabupaten Madiun dan Tombok Boyo dan Tuban Kota, keduanya di kabupaten Tuban.

  • Membangun gedung gereja baru
Dilihat semakin bertambahnya jumlah anggota jemaat dan tamu-tamu yang menghadiri ibadah disetiap kegiatan gereja serta dengan bertambahnya cabang, BPW, TPW dan KPW maka gereja sangat memerlukan untuk membangun dan mempercantik gedung gereja dengan memperluas tempat ibadah supaya dapat menampung pengunjung ibadah sebanyak-banyaknya. 
Kerinduan itu direalisasikan pada tahun 1995 dengan disepakati bersama pencanangan sebuah program yang dituangkan dalam bentuk program dengan motto “Wajah Gedung Gereja Tahun 2000” . melalui program pembangunan tersebut maka GBI Getsemani mengawalinya dengan peletakan batu pertama tersebut dihadiri oleh: Pembimas Kristen Protestan, Aparat Pemerintah Desa, tokoh masyarakat, tokoh agama dan paguyuban antar umat beragama.